Sabtu, 13 Oktober 2012

Contoh Renstra


Contoh Renstra
RENSTRA
SEKOLAH NEGERI 005 CINTA DAMAI
2012-2016
A. PENGANTAR
Rencana Strategis ini merupakan rencana pengembangan Sekolah Negeri 005 Cinta Damai untuk periode 2010-2015. Rencana Strategis ini dibangun berdasarkan visi sekolah yang merupakan kristalisasi cita-cita dan komitmen bersama tentang kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki, permasalahan yang dihadapi dan berbagai kecenderungan (perubahan lingkungan) yang sedang dan akan berlangsung. Berdasarkan visi , selanjutnya dirumuskan berbagai tujuan dan sasaran yang akan dicapai lima tahun kedepan. Berdasarkan tujuan dan sasaran tersebut, selanjutnya dirumuskan skenario untuk mencapainnya. Skenario yang dimaksud meliputi strategi dan program pengembangan yang perlu ditempuh, beserta indikator-indikator keberhasilannya.
B. GAMBARAN UMUM
Titik berat Perencanaan Strategi pengembangan Sekolah ini adalah aspek-aspek strategis dalam penyelenggaraan dan pengembangan Sekolah. Aspek-aspek strategis yang dimaksud meliputi (1) kinerja penyelenggaraan pendidikan, (2) kinerja penyelenggaraan dan pengabdian kepada masyarakat, (3) kinerja manajemen Sekolah yang meliputi bidang manajemen sumberdaya insani, keuangan, sumberdaya fisik, pengembangan Sekolah, administrasi akademik, pengembangan perpustakaan, dan teknologi informasi, (4) budaya organisasi dan iklim akademik, dan (5) jaringan kerjasama (networking). Yang perlu mendapatkan penekanan adalah bahwa aspek-aspek tersebut bukanlah sesuatu yang saling terpisah tetapi merupakan suaatu kesatuan yang saling terkait.
Penyusunan Rencana Strategis ini dimaksudkan sebagai pedoman untuk penyelenggaraan dan pengembangan sekolah 5 (lima) tahun ke depan. Rencana Strategis ini bukanlah merupakan pedoman yang statis, melainkan dinamis. Artinya, rencana tersebut dapat ditinjau ulang secara periodik, setiap setahun sekali. Peninjauan rencana juga dapat dilakukan sesuai dengan perubahan-perubahan penting yang diperkirakan berpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan dan pengembangan sekolah.
Namun demikian, rencana strategis ini tidak berarti sekedar sebuah dokumen, apalagi sekedar untuk memenuhi kepentingan sangat praktis, semacam kelengkapan administratif untuk akreditasi. Rencana Strategis ini disusun berdasarkan kesadaran, kehendak, kebutuhan bersama untuk dijadikan sebuah pedoman bagi penyelenggaraan dan pengembangan sekolah, agar setiap keputusan yang diambil dan setiap langkah yang ditempuh oleh setiap elemen pada setiap level merupakan bagian dari upaya untuk menuju tujuan bersama yang sudah ditetapkan. Sebagai pedoman penyelenggaraan dan pengembangan sekolah, Rencana Strategis ini harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen penyelenggara sekolah. Oleh karena itu, dokumen ini perlu disyahkan oleh Kepala Sekolah yang merupakan representasi dari unsur-unsur penyelenggaraan sekolah.
Sebagai pedoman penyelenggaraan dan pengembangan sekolah, Rencana Strategis ini perlu dijabarkan dalam berbagai dokumen perencanaan yang lebih operasional. Dokumen perencanaan opersasional yang dimaksud adalah Rencana Strategis ditingkat unit, Rencana Tindakan (Action Plan) per bidang, dan berbagai peraturan penyelenggaraan sekolah.
C. TAHAPAN PERENCANAAN STRATEGIS
Tahap 1
Profil Layanan
Sekolah Dasar Negeri 005 Cinta Damai berdiri di lahan seluas 2 hektare yang beralamat di Desa Cinta Damai Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar.
Berdiri Tahun 1986
Keberhasilan Program Sebelumnya
Sekolah Dasar Negeri 005 Cinta Damai yang di Pimpin oleh Kepala Sekolah ( Hardoyo,S.Pd ) telah dapat mengembangkan iptek secara skala dunia dan dapat bersaing lulusanya di tingkat Kabupaten, begitu pula para staf pengajarnya  sebagaian besar mempunyai kompetensi S1. Telah mengembangkan program model ajar yang aktif menyenanagkan, menciptakan modul ajar yang diterapkan disekolahnya dan telah terbagun beberapa fasilitas pengajaran dan lab serta sarana pendidikan jasmani, ruang pertemuan.
Isu-Isu Strategis
Memasuki millenium ketiga sekarang ini, penyelenggaraan pendidikan tingkat nasional sedang dan akan menghadapi sejumlah permasalahan. Di antara permasalahan-permasalahan tersebut adalah gejala semakin menguatnya arus globalisasi, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan perubahan arah kebijakan pendidikan.
Millenium ketiga merupakan era globalisasi dan informasi. Dalam kaitannya dengan globalisasi, Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut menyetujui dan terlibat aktif dalam berbagai kesepakatan perdagangan global, seperti WTO, GATT, APEC dan sebagainya. Dalam era globalisasi dan informasi, hampir semua faktor produksi,seperti uang, teknologi, jasa, pabrik dan peralatan dapat bergerak melintasi tapal batas negara tanpa kesulitan berarti. Dunia terasa menjadi semakin sempit, jarak terasa semakin dekat, waktu terasa berjalan semakin cepat, dan mobilitas orang dan barang semakin tinggi. Kondisi tersebut akan mempunyai implikasi langsung terhadap penyelenggaraan pendidikan nasional. Implikasi-implikasi yang dimaksud adalah: Pertama, tenaga kerja terdidik dari luar negeri yang masuk ke Indonesia akan semakin besar, sehingga persaingan dunia kerja bagi semakin ketat. Kedua, sekolah luar negeri akan semakin mudah menyelenggarakan pendidikan di Indonesia, sehingga calon siswa mempunyai peluang yang tinggi untuk memilih sekolah yang berkualitas. Hal demikian berarti bahwa persaingan antar sekolah untuk menarik siswa akan semakin ketat. Persaingan tersebut tidak hanya meyangkut output, melainkan juga biaya penyelenggaraan sekolah dan kinerja penyelenggaraan sekolah, baik yang terkait dengan sumberdaya manusia, fasilitas maupun manajemen.
Isu lain yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyusuanan Rencana Strategis adalah implementasi otonomi pendidikan. Pemberlakuan otonomi sekolah mempunyai implikasi-implikasi sebagai berikut: (1) pengurangan subsidi pemerintah terhadap sekolah, (2) strategi yang ditempuh oleh sekolah dalam menggali sumber dana lain di luar subsidi pemerintah, dan (3) strategi yang ditempuh oleh sekolah negeri dan swasta terutama dalam menjaring calon siswa.
Dalam kaitannya dengan implementasi otonomi pendidikan, sekolah negeri bagaimanapun berada dalam posisi lebih diuntungkan daripada sekolah swasta, karena dua alasan. Pertama, pemerintah masih memberikan subsidi yang berupa gaji pegawai negeri, sehingga sekolah negeri tidak perlu susah-susah mencari dana untuk menggaji karyawan. Kedua, rata-rata sekolah negeri telah memiliki SDM yang lebih baik daripada rata-rata swasta, terutama dalam aspek jabatan akademik guru, meskipun dalam hal kewirausahaan (entrepreneurship) rata-rata swasta secara relatif telah memiliki pengalaman lebih baik daripada rata-rata negeri.
Dalam kaitannya dengan strategi yang ditempuh oleh sekolah lain dalam mengimplementasikan otonomi pendidikan , terdapat kecenderungan bahwa sebagian besar sekolah, terutama negeri, akan menambah daya tampung mereka agar lebih banyak calon siswa yang diterima di sekolah yang bersangkutan. Kecenderungan penggunaan strategi ini mulai terlihat secara signifikan sejak tahun akademik 2009, 2010, dan 2011, ketika berbagai sekolah negeri, sekurang-kurangnya di Kampar khususnya dan Riau pada umumnya , meningkatkan daya tampung mereka, dan strategi tersebut berkonsekuensi logis pada menurunnya jumlah pendaftar pada sebagian besar swasta se Jawa Barat dan Jateng pada tiga tahun terakhir. Strategi ini cenderung ditempuh karena berkaitan dengan upaya negeri untuk dapat mandiri, baik dalam pengalian maupun pengelolaan dana, sehingga negeri tidak lagi banyak tergantung pada kemampuan pembiayaan pemerintah, terutama pada pembiayaan operasional penyelenggaraan pendidikan dan pemeliharaan berbagai fasilitas pembelajaran. Diantara upaya-upaya yang dilakukan negeri untuk meningkatkan daya tampung tersebut adalah menyelenggarakan kelas paralel, dan membuka program ekstensi bahkan program ekstensi. Peningkatan daya tampung ini berkaitan erat dengan jumlah dana yang bisa diperoleh dari calon siswa. Konsekuensinya adalah bahwa jumlah spill-over (limpahan) calon siswa dari negeri yang selama ini menjadi konsumen utama swasta menjadi semakin kecil, sehingga perolehan calon siswa swasta juga semakin kecil dan keberlangsungan swasta daat menjadi terancam.
Dalam kaitannya dengan strategi yang ditempuh oleh sekolah negeri dan swasta dalam memenangkan persaingan antar sekolah terutama dalam menjaring calon siswa, terdapat kecenderungan bahwa masing-masing sekolah akan bersikap proaktif, terutama dalam membangun berbagai jaringan (networking) dengan berbagai intitusi untuk berbagai keperluan, baik pendidikan, penelitian maupun pengabdian pada masyarakat. Konsekuensinya adalah bila sekolah tidak siap dengan langkah-langkah serupa, maka dapat diperkirakan bahwa swasta akan selalu tertinggal di belakang dan tidak mampu mengakses berbagai resources yang ada di berbagai institusi.
Kondisi Sekolah Dasar  Negeri 005 Cinta Damai.
Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian di dalam perumusan Rencana Strategis adalah kondisi internal institusi sendiri, baik dalam kaitannya dengan kekuatan dan kelemahan maupun langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan. Oleh karena itu, Sekolah Dasar Negeri 005 Cinta Damai perlu mengidentifikasi secara lebih cermat  jujur kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut serta dapat merumuskan strategi yang tepat untuk mengoptimalisasikan kekuatan dan meminimalisasikan kelemahan tersebut.
Di antara kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh Sekolah Dasar Negeri 005 Cinta Damai saat ini adalah sebagai berikut: (1) lokasi Sekolah yang cukup strategis dan memiliki peluang pengembangan ke depan, (2) memiliki kesadaran untuk mengantisipasi perkembangan dan perubahan kedepan, (3) secara bertahap bersedia melangkah menuju profesionalisme melalui bentuk-bentuk evalusai diri, (4) memiliki kemampuan yang relatif baik dalam kerja tim (team-working), dan (5) memiliki pengalaman dalam mengelola sumberdaya secara mandiri. Sementara di antara kelemahan-kelemahannya adalah: (1) pengembangan Sekolah belum terpadu dan memperhitungkan berbagai aspek, baik yang bersifat ideologis, akademik, manajerial, estetik, maupun ekologis, (2) perhitungan terhadap berbagai perkembangan masa depan belum didasarkan atas informasi atau data-data yang konkret dan akurat, (3) aspek-aspek kinerja baik yang terkait dengan proses pembelajaran (guru, kurikulum, metode, output, dll.) dan yang terkait dengan manajemen (finansial, sarana-prasarana) masih memerlukan banyak perhatian, (4) kualitas guru secara individual masih rendah, dan (5) belum banyak memanfaatkan sumber-sumber lain diluar dana yang diperoleh dari mahasiswa, melalui berbagai jaringan kerjasama (networking).
Arah Pengembangan
Barkaitan dengan permasalahan-permasalahan tersebut maka eksistensi dan keberlanjutan Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai tergantung pada kemampuan-kemampuan sebagai berikut. Pertama, kemampuan untuk meningkatkan kompetensi siswa secara terus menerus sehingga memiliki daya saing yang tinggi, Kedua, kemampuan untuk mengembangkan berbagai ragam keilmuan secara berkelanjutan. Dalam hal ini, Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai sebagai pengelola ilmu harus mampu menghasilkan berbagai output keilmuan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Berkaitan degan hal tersebut maka paradigma pengelolaan sekolah perlu bergeser dari pengelolaan yang berorientasi pada persediaan (supply driven). Ketiga, kemapuan membangun manajemen sekolah yang efisien, efektif, akuntabel, dan transparan dalam rangka membangun School governance. Keempat, kemampuan untuk membangun kultur taqwa’ secara terus menerus dalam rangka kultur akademik yang kokoh. Kelima, kemampuan meningkatkan eksistensi warga sekolah secara berkelanjutan. Keenam, kemampuan meningkatkan modal sumberdaya insani secara berkelanjutan. Dan ketujuh, kemampuan Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai  untuk membangun jaringan dengan berbagai intitusi baik untuk kepentingan-kepentingan pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat maupun untuk kepentingan penggalian dana (fund-raising).
Upaya-upaya tersebut perlu dilakukan secara simultan, karena kemampuan-kemampuan tersebut pada dasarnya saling terkait dan merupakan kesatuan yang utuh.
Tahap II
VISI, DAN MISI
Visi dan Misi
Sekolah pada hakekatnya merupakan lembaga yang berfungsi untuk melestarikan, mengembangkan, menyebarluaskan, dan menggali ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Selain itu sekolah juga berfungsi mengembangkan kualitas sumberdaya manusia dan menghasilkan jasa-jasa. Dalam era globalisasi, informasi, dan interpedensi sebagaimana yang telah, sedang, dan akan berlangsung, peran sekolah menjadi semakin penting. Dalam era tersebut keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekayaan sumberdaya alam yang dimilikinya, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia, penguasaan informasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Berkaitan dengan persoalan di atas, eksistensi Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai kedepan ditentukan oleh kemampuannya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut, Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai perlu secara terus-menerus mempertinggi daya saing dan daya juang guna mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan.berdasarkan landasan filosofi dan pemikiran di atas Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai merumuskan visi, misi dan tujuan penyelenggaraan dan pengembangan sebagai berikut.
1. Visi
“Sebagai pusat unggulan (center of excellence) dalam pengembangan ipteks dan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan tuntutan zaman serta memberi arah pada perubahan”.
2. Misi
Memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan memenuhi tuntutan zaman dalam rangka membangun masyarakat Indonesia sebagai masyarakat utama.
Mengembangkan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai keislaman dan memenuhi tuntutan zaman serta memberi arah perubahan dalam rangka membangun masyarakat Indonesia sebagai masyarakat utama.
Pokok-pokok pikiran tentang visi dan misi di atas dapat dijabarkan sebagai berikut.
(1) Pusat Unggulan
Pengertian sebagai pusat unggulan adalah bahwa keberadaan dan produk yang dihasilkan Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai diakui, dibutuhkan dan dijadikan sebagai alternatif utama oleh masyarakat, baik tingkat lokal, nasional.
(2) Pengembangan ipteks berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan tuntutan zaman serta memberi arah pada perubahan
Pengertian pengembangan ipteks berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan tuntutan zaman serta memberi arah pada perubahan adalah upaya Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai  untuk mengembangkan ipteks didasarkan (kesadaran tentang kesatuan antara pengetahuan dan nilai), ‘ilmu (rasional-transendal, objektif, kritis, inovatif, kreatif, terbuka), amanah (kejujuran), berorientasi pada ‘adala(kesejahteraan manusia), khalifah (ketinggian kodrat dan martabat manusia), istishlah (kesejahteraan alam semesta) dalam rangka ‘ibadah (pengabdian manusia pada Tuhan).
(3) Pengembangan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan tuntutan zaman serta memberi arah pada perubahan
3. Merumuskan Tata Nilai
Sebagai bagian dari usaha, Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai bertekad menjadikan “Wacana Keilmuan dan KeBhinekaan” sebagai Tata Nilai penyelenggaraan dan pengembangan institusi pendidikan. Penyelenggaraan dan pengembangan Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai berusaha mengintegrasikan antara nilai-nilai keilmuan keBhinekaan serhingga mampu menumbuhkan kepribadian yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, yang dijiwai oleh nilai-nilai keBhinekaan.
TAHAP III
TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN
PRIORITAS PROGRAM
A. KUALITAS AKADEMIK LULUSAN
1. Dasar Pemikiran
Salah satu tolak ukur kualitas pendidikan adalah daya saing lulusannya . Untuk dapat menghasilkan lulusan yang bermutu, sekurang-kurangnya di tingkat lokal, Sekolah Dasar Negeri  005 Cinta Damai harus mampu menghasilkan lulusan dengan standar kualifikasi nasional regional.
2. Merumuskan Tujuan
Melaksanakan program pendidikan sekolah dasar,  yang meghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat nasional dan regional dan dunia.
3. Sasaran
. Pendidikan Dasar
1) Terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan profesional.
2) Dihasilkannya lulusan yang memiliki standar kulalifikasi tingkat regional Dunia.
4. Strategi dan Kebijakan
a. Meningkatkan kualitas rekruitmen guru dan siswa.
b. Meningkatkan kompetensi akademik guru
c. Meningkatkan kemampuan guru dalam metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menarik.
d. Memperbarui kurikulum yang menunjang kompetensi lulusan dan relevansi
e. Meningkatkan kualitas lulusan.
TAHAP IV
Merumuskan Program dan Indikator Kinerja
Prioritas Program Strategi Rekruitmen Guru
Standarisasi sistem rekruitmen guru, yang meliputi: penyusunan formasi kebutuhan, mekanisme rekruitmen, penetapan standar kualifikasi input (standar kualitas minimal), standarisasi intrumen rekruitmen (sesuai dengan formasi kebutuhan), dan standarisasi kualifikasi tim seleksi.
Indikator Kinerja Program Rekruitment Guru
Adanya standar sistem rekruitmen Guru yang akuntabel .
Prioritas Program Peningkatan Kompetensi Akademik Guru
1) Meningkatkan jumlah guru untuk studi lanjut (S1dan S2),  mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa inggris, serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan.
2) Melaksanakan monotoring dan pembinaan Guru yang mengkuti studi lanjut (S1 dan S2) melalui mekanisme insentif dan disintensif.
3) Menjalin networking untuk menciptakan peluang-peluang komunikasi akademik melalui bentuk-bentuk short-course, seminar internasional, dan fellowship.
4) Memantapkan spesialisasi bidang keahlian dosen.
Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Akademik Guru
1) Jumlah Guru tetap yang lulus S1 pada tahun …….. sebanyak ………orang
2) Jumlah Guru tetap yang mengikuti pendidikan program S1 per tahun sejumlah …. orang.
3) Jumlah Guru yang mengikuti short-course, seminar Nasional , dan fellowship meningkat.
4) Meningkatkan jumlah karya ilmiah Guru (buku ajar, artikel publikasi di jurnal terakreditasi) sesuai dengan bidang keahlian guru.
Prioritas Program Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
1) Meningkatkan jumlah Guru untuk mengikuti berbagai kursus pembelajaran secara berjenjang dan berkelanjutan untuk menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
2) Meningkatkan sarana-prasarana pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
3) Mendorong Guru untuk menyusun bahan ajar.
Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
1) Jumlah Guru tetap yang sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar pada tahun ....... sebanyak ..... orang (kurang lebih ...... orang pertahun ditambah Guru yang telah mengikuti kursus pembelajaran tingkat dasar saat ini sebanyak ...... orang).
2) Jumlah Guru tetap yang sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar pada tahun ...... sebanyak ....... orang (kurang lebih....... orang pertahun ditambah guru yang telah mengikuti kursus pembelajaran tingkat lanjut pada saat ini sebanyak kurang lebih ....... orang).
3) Semua ruang belajar pada tahun 2012 telah dilengkapi dengan LCD.
4) Semua tingkat pada tahun 2012telah dilengkapi dengan LCD dan Laptop.
5) Tersedianya Satuan Materi Sajian setiap mata pelajaran untuk setiap tatap muka yang disusun oleh pengajar masing-masing.
Prioritas Program Pembaharuan Kurikulum
1) Melakukan kompilasi ipteks yang mutakhir.
2) Meng-update kurikulum secara periodik.
Indikator Kinerja Program Pembaharuan Kurikulum
1) Tersedianya data hasil tracing study untuk setiap tingkat.
2) Tersedianya kompilasi ipteks yang mutakhir.
3) Terdokumentasikannya perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu.
Prioritas Program Peningkatan Kualitas Lulusan
1) Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar dan berbagai lomba karya ilmiah.
2) Menyusun desain pembelajaran yang mendorong siswa menulis dan menyajikan gagasan secara sistematik.
3) Menetapkan standar kompetensi lulusan pada tingkat nasional dan internasional.
4) Melembagakan kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram dan terintegrasi dengan pembelajaran.
5) Menetapkan standar kualifikasi profesi tingkat regiomal.
6) Membangun unit organisasi yang menangani penempatan siswa kejuruan dan peningkatan ketrampilan kewirausahaan.
7) Menyelenggarakan program magang bagi siswa.
Indikator Kinerja Program Peningkatan Kualitas Lulusan
1) Jumlah siswa yang terlibat di dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar, dan lomba karya ilmiah meningkat.
2) Jumlah siswa yang menulis dan menyajikan gagasan/karya secara sistematik meningkat.
3) Tersedianya standar kompetensi lulusan pada tingkat nasional dan internasional.
4) Terlembagakannya kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram.
5) Tersedia dan diterapkannya standart kualifikasi profesi tingakat regional.
6) Terbentuk dan berfungsinya unit organisasi yang menangani penempatan kerja dan peningkatan ketrampilan kewirausahaan bagi kejuruan.
7) Terselenggarakannya program magang bagi siswa kejuruan.
PROGRAM KEGIATAN
No
Sasaran
Kode
Program Kegiatan
Pelaksanaan program kegiatan
Ket
Indikator
2012
2013
2014
2015
2016
1
Standarisasi sistem rekruitmen guru, yang meliputi: penyusunan formasi kebutuhan, mekanisme rekruitmen, penetapan standar kualifikasi input (standar kualitas minimal), standarisasi intrumen rekruitmen (sesuai dengan formasi kebutuhan), dan standarisasi kualifikasi tim seleksi.
SKG
Prioritas Program Strategi Rekruitmen Guru
Adanya standar sistem rekruitmen Guru yang akuntabel .



2
1).Meningkatkan jumlah guru untuk studi lanjut (S1,&S2),mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa inggris, serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan.
2).Melaksanakan monotoring dan pembinaan Guru yang mengkuti studi lanjut (S1) melalui mekanisme insentif dan disintensif.
3).Menjalin networking untuk menciptakan peluang-peluang komunikasi akademik melalui bentuk-bentuk short-course, seminar Nasional, dan fellowship.
4).Memantapkan spesialisasi bidang keahlian dosen.
SKA
Program Peningkatan Kompetensi Akademik Guru
1).Jumlah Guru tetap yang lulus S1 pada tahun 2012 sebanyak …..orang (….. orang pertahun).
2).Jumlah Guru tetap yang mengikuti pendidikan program S2 per tahun sejumlah ……orang.
3).Jumlah Guru yang mengikuti short-course, seminar Nasional, dan fellowship meningkat.
4).Meningkatkan jumlah karya ilmiah Guru (buku ajar, artikel publikasi di jurnal terakreditasi) sesuai dengan bidang keahlian guru.

3
1).Meningkatkan jumlah Guru untuk mengikuti berbagai kursus pembelajaran secara berjenjang dan berkelanjutan untuk menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
2)Meningkatkan sarana-prasarana pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
3)Mendorong Guru untuk menyusun bahan ajar.
MP
Program Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
1).Jumlah Guru tetap yang sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar pada tahun 2012 sebanyak .... orang (kurang lebih .... orang pertahun ditambah Guru yang telah mengikuti kursus pembelajaran tingkat dasar saat ini sebanyak .... orang).
2).Jumlah Guru tetap yang sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar pada tahun 2012 sebanyak ...... orang (kurang lebih .....orang pertahun ditambah guru yang telah mengikuti kursus pembelajaran tingkat lanjut pada saat ini sebanyak kurang lebih ....... orang).
3).Semua ruang belajar pada tahun 2012 telah dilengkapi dengan LCD.
4)Semua tingkat pada tahun 2012 telah dilengkapi dengan LCD dan Laptop.
5)Tersedianya Satuan Materi Sajian setiap mata pelajaran untuk setiap tatap muka yang disusun oleh pengajar masing-masing.

4
1)Tersedianya data hasil tracing study untuk setiap tingkat.
2)Tersedianya kompilasi ipteks yang mutakhir.
3)Terdokumentasikannya perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu.
PK
Pembaharuan Kurikulum
1)Tersedianya data hasil tracing study untuk setiap tingkat.
2)Tersedianya kompilasi ipteks yang mutakhir.
3)Terdokumentasikannya perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu



5
1)Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar dan berbagai lomba karya ilmiah.
2)Menyusun desain pembelajaran yang mendorong siswa menulis dan menyajikan gagasan secara sistematik.
3)Menetapkan standar kompetensi lulusan pada tingkat Kecamatan dan Kabupaten
3)Melembagakan kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram dan terintegrasi dengan pembelajaran.
.
KL
Peningkatan Kualitas Lulusan
1)Jumlah siswa yang terlibat di dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar, dan lomba karya ilmiah meningkat.
2)Jumlah siswa yang menulis dan menyajikan gagasan/karya secara sistematik meningkat.
3)Tersedianya standar kompetensi lulusan pada tingkat Kecamatan  dan Kabupaten.
4)Terlembagakannya kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram.

TAHAP V
RENCANA DAN BIAYA
Hasil perhitungan biaya dari masing masing biaya kegiatan telah diperoleh, selanjutnya untuk menyusun sector strategic Sekolah Dasar Negeri 005 Cinta Damai  yang multi tahun dan multi sumber semua ketersediaan dana untuk semua tahun periode rencana, rekapitulasi semua tertera dibawah ini
BIDANG
TAHUN : 2012
RENCANA BIAYA
TOTAL SUMBER DANA
SUMBER PENDANAAN
DIKNAS
SEKOLAH
DLL
Rekruitment
25.000.000
15.000.000
10.000.000
15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru
100.000.000
75.000.000
25.000.000
75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
250.000.000
200.000.000
50.000.000
200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
75.000.000.
65.000.000
10.000.000
65.000.000

Pembaharuan Kurikulum
85.000.000.
80.000.000.
5.000.000.
80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan
50.000.000
45.000.000
5.000.000.
45.000.000

Jumlah
Rp.685.000.000
Rp.475.000.000
Rp.95.000.000.
Rp.475.000.000


BIDANG
TAHUN : 2013
RENCANA BIAYA
TOTAL SUMBER DANA
SUMBER PENDANAAN
DIKNAS
SEKOLAH
DLL
Rekruitment
25.000.000
15.000.000
10.000.000
15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru
100.000.000
75.000.000
25.000.000
75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
250.000.000
200.000.000
50.000.000
200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
75.000.000.
65.000.000
10.000.000
65.000.000

Pembaharuan Kurikulum
85.000.000.
80.000.000.
5.000.000.
80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan
50.000.000
45.000.000
5.000.000.
45.000.000

Jumlah
Rp.685.000.000
Rp.475.000.000
Rp.95.000.000.
Rp.475.000.000


BIDANG
TAHUN : 2014
RENCANA BIAYA
TOTAL SUMBER DANA
SUMBER PENDANAAN
DIKNAS
SEKOLAH
DLL
Rekruitment
25.000.000
15.000.000
10.000.000
15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru
100.000.000
75.000.000
25.000.000
75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
250.000.000
200.000.000
50.000.000
200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
75.000.000.
65.000.000
10.000.000
65.000.000

Pembaharuan Kurikulum
85.000.000.
80.000.000.
5.000.000.
80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan
50.000.000
45.000.000
5.000.000.
45.000.000

Jumlah
Rp.685.000.000
Rp.475.000.000
Rp.95.000.000.
Rp.475.000.000


BIDANG
TAHUN : 2015
RENCANA BIAYA
TOTAL SUMBER DANA
SUMBER PENDANAAN
DIKNAS
SEKOLAH
DLL
Rekruitment
25.000.000
15.000.000
10.000.000
15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru
100.000.000
75.000.000
25.000.000
75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
250.000.000
200.000.000
50.000.000
200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
75.000.000.
65.000.000
10.000.000
65.000.000

Pembaharuan Kurikulum
85.000.000.
80.000.000.
5.000.000.
80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan
50.000.000
45.000.000
5.000.000.
45.000.000

Jumlah
Rp.685.000.000
Rp.475.000.000
Rp.95.000.000.
Rp.475.000.000


BIDANG
TAHUN : 2016
RENCANA BIAYA
TOTAL SUMBER DANA
SUMBER PENDANAAN
DIKNAS
SEKOLAH
DLL
Rekruitment
25.000.000
15.000.000
10.000.000
15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru
100.000.000
75.000.000
25.000.000
75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
250.000.000
200.000.000
50.000.000
200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran
75.000.000.
65.000.000
10.000.000
65.000.000

Pembaharuan Kurikulum
85.000.000.
80.000.000.
5.000.000.
80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan
50.000.000
45.000.000
5.000.000.
45.000.000

Jumlah
Rp.685.000.000
Rp.475.000.000
Rp.95.000.000.
Rp.475.000.000

TAHAP VI
RENCANA MONITORING DAN EVALUASI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar